Archive Pages Design$type=blogging$count=7



Diduga Ada Penyimpangan, Pengadaaan Perangkat Aplikasi Edukatif Rp.30 Miliar Mulai Diselidiki

BERITA ROHIL, BAGANSIAPI API - Proyek pengadaan perangkat aplikasi Edukatif Multikontent untuk SD, SMP dan SMA Se Kabupaten Rokan Hilir pada tahun anggaran 2014, diduga rawan penyimpangan. Proyek yang dianggarkan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hilir adalah untuk memberikan kemudahan kepada guru sekolah dalam memberikan pembelajaran kepada siswa yang dikemas dalam bentuk aplikasi.

Warga Bagansiapiapi, M.Nizar,SE,MM, mengatakan ada kejanggalan dalam tahapan proses lelang proyek pengadaan itu yang bernilai Rp30,9 Miliar. Berdasarkan data yang dimilikinya, proyek senilai Rp 30,9 miliar itu, pemenangnya terdiri dari tiga perusahaan diantaranya PT.Shakhaindo Jaya Persada dengan nilai penawaran Rp 10,8 Miliar, PT Mahardika Karya dengan nilai penawaran Rp 9,9 Miliar dan PT Dinamika Airufindo Persada dengan nilai penawaran Rp 9,3 Miliar.

M.Nizar menegaskan, ada kejanggalan dalam tahapan lelang proyek pengadaan itu. Misalnya, waktu lelang proyek yang tercantum pada tanggal 2 - 8 Desember 2014, dan dalam waktu singkat, panitia Pokja segera menetapkan pemenang pada tanggal 15 Desember 2014. Selanjutnya, penandatanganan kontrak dilakukan pada tanggal 23 Desember 2014.

''Melihat proses lelang yang sangat singkat, kita menduga, ada pengaturan dalam penetapan pemenang tender. Kita juga sangat heran, bagaimana pula perusahaan pemenang dengan cepat memobilisasi alat peraga dan mendistribusikannya ke sekolah-sekolah. Padahal kita tahu, nilai proyek itu mencapai puluhan miliar dan kuantitas barang mencapai ribuan unit," ujar M.Nizar kepada wartawan, Senin (6/9/2015).

Berkaitan dengan proses lelang itu, M.Nizar meyakini, sebelum tender itu berjalan, produk untuk proyek Proyek pengadaan perangkat aplikasi Edukatif Multikontent untuk SD, SMP, SMA seKabupaten Rokan Hilir sudah disiapkan oleh perusahaan pemenang jauh-jauh hari. Sedangkan proses lelang itu hanya formalitas belaka. Untuk itu dia meneguhkan bahwa panitia tender barang dan jasa bisa saja dihukum karena telah melanggar pasal 22 Undang undang No 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

''Tindakan panitia tender yang mengatur pemenang merupakan tindakan yang tidak bisa dibenarkan,'' cetusnya.

Dia menilai, spek barang sengaja dikunci agar menyulitkan perusahaan lain untuk menang. Dari awal dia menduga, tender proyek ini sengaja diatur. Dari informasi yang diterimanya, Tim Tipikor Polda Riau sudah turun memeriksa dinas pendidikan Kabupaten Rokan Hilir sebelum lebaran kemarin. Malahan mereka juga sudah cross check ke salah satu sekolah penerima yang berada di Bagan Batu. Namun hingga saat ini, belum ada titik terang pengungkapan kasus itu.

Disatu pihak, salah seorang warga Bagansiapiapi, Faisal Reza juga pernah melaporkan dugaan penyimpangan proyek pengadaan perangkat aplikasi Edukatif Multikontent ini ke Kejari Bagansiapiapi. Namun, dari laporan yang disampaikannya, hingga kini belum ada pemanggilan dari pihak yang berhubungan dengan proyek itu.

Sementara itu, kasi pidsus Kejari Rokan Hilir, Ruly Affandi,SH,MH mengungkapkan, kasus yang dilaporkan Faisal Reza terkait proyek pengadaan perangkat aplikasi Edukatif Multikontent untuk SD, SMP dan SMA tidak bisa dilanjutkan karena karena sudah ditangani oleh pihak Diskrimsus Polda Riau.

''Kemarin kita sudah turunkan intel dari Kejari untuk memeriksa kasus itu. Ternyata kami mendapat informasi dari Polda Riau bahwa mereka yang menangani kasus ini. Jadi kejari dalam hal ini hanya bisa berkoordinasi dengan Polda," kata Ruly. (man/gor)

KOMENTAR

Nama

Bagan Batu Bagan Siapiapi Bagan Sinembah Bagansiapi api Balai Jaya Bangko Bank Riau Kepri Batu Hampar Berita Pekanbaru Berita Pelalawan Berita Riau Berita Rohil BRK DPRD Riau Ekonomi Hukum Kesehatan Kesra Ketenagakerjaan KI Riau Kubu Babussalam Pakaitan Pasir Limau Kapas Piihan Pilhan Pilihan Pilkada Rohil Politik Portal Berita Rohil Pujud Rantau Kopar Rimba Melintang Rohil Simpang Kanan Sinaboi Sosbud Tanah Putih Tanjung Medan
false
ltr
item
Berita Rohil: Diduga Ada Penyimpangan, Pengadaaan Perangkat Aplikasi Edukatif Rp.30 Miliar Mulai Diselidiki
Diduga Ada Penyimpangan, Pengadaaan Perangkat Aplikasi Edukatif Rp.30 Miliar Mulai Diselidiki
http://2.bp.blogspot.com/-q3_mx-q_pqY/Vf0wE-fjzKI/AAAAAAAACvo/bOVfYeetyxM/s400/Aplikasi%2BEdukatif%2B-%2BRohilTerkini.jpg
http://2.bp.blogspot.com/-q3_mx-q_pqY/Vf0wE-fjzKI/AAAAAAAACvo/bOVfYeetyxM/s72-c/Aplikasi%2BEdukatif%2B-%2BRohilTerkini.jpg
Berita Rohil
http://www.beritarohil.com/2015/09/diduga-ada-penyimpangan-pengadaaan.html
http://www.beritarohil.com/
http://www.beritarohil.com/
http://www.beritarohil.com/2015/09/diduga-ada-penyimpangan-pengadaaan.html
true
5524427278707138137
UTF-8
Berita Tida Tersedia LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal Membalas Hapus By Home PAGES POSTS Lihat Semua BERITA TERKAIT LABEL ARCHIVE SEARCH SEMUA POSTINGAN Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock